Semarang Zoo

One Zoo • Hundreds Animals • Millions Memories
Semarang Zoo

Kanguru

Asal nama kangguru punya cerita unik. Pada suatu hari, pelaut Amerika\Inggris mendarat di Australia. Pelaut itu lalu melihat seekor hewan yang sangat unik, berkantung. Pelaut itu lalu bertanya kepada orang suku Aborigin, suku asli Australia di sana. Pelaut bertanya, “hewan apa itu?” Dijawab, “Kang-Ga-Roo.” Pelaut menganggap Kanggaroo adalah nama hewan itu.maka mereka menamainya Kanggaroo, atau di Indonesia lebih sering terdengar Kanguru. Sebenarnya ,orang Aborigin itu berkata, “Saya tidak mengerti!”

Ada tiga spesies kanguru, yaitu :

  1. Kanguru Merah, Kanguru Merah adalah hewan marsupial terbesar yang masih hidup. Apabila berdiri tingginya dapat mencapai lebih dari 2 meter dan bobotnya mencapai 90 kg. Kanguru jenis ini biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas. Apabila tidak ada air, mereka akan mencari kelembaban dari tumbuhan hijau. Mereka juga hanya akan berkembangbiak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman baru.
  2. Kanguru Abu-abu Timur, Kanguru Abu-abu Timur dapat ditemukan di daerah subur Australia bagian timur.
  3. Kanguru Abu-abu Barat, Kanguru Abu-abu Barat dapat ditemukan di Australia bagian barat, Australia bagian selatan yang dekat dengan pantai dan basin Sungai Darling. Kanguru Abu-abu sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Mereka memakan rumput.
  • Habitat
  • Populasi
  • Reproduksi

Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau kadang-kadang ada kanguru yang bisa bertahan hidup hingga 28 tahun.

Kalau kita menyebut kanguru pastilah satwa ini diidentikkan dengan negara asalnya, Australia. Tetapi apakah Anda tahu bahwa satwa ini bukan hanya milik negara tetangga kita Australia.Indonesia juga memiliki daerah di mana hewan ini bermukim. Adalah Papua, tempat di mana hewan berkantung itu hidup menyatu dengan alam yang asri.

Hingga saat ini terdapat sekitar sepuluh jenis kanguru yang terdapat di kawasan Indo-Pasifik. Separuhnya berada di Indonesia. Bahkan salah satu jenis di antaranya baru saja ditemukan. Kanguru pohon mbaiso (dendrolagus mbaiso) ditemukan di kawasan hutan sub-alpin Papua. Jenis lainnya adalah kanguru pohon hias (denrolagus goodfellowi), kanguru pohon ndomea (dendrolagus dorianus), kanguru pohon nemena (d.ursinus), dan kanguru pohon wakera (dendrolagus inustus). Bentuk dan jenis dari hewan ini tidak mengalami banyak perbedaan. Hanya ukurannya saja yang berbeda. Kanguru adalah binatang mamalia berkantung yang ganjil dan aneh. Wajahnya mirip rusa, berjalan dengan cara melompat dan memiliki kaki belakang yang ukurannya lebih besar dari kedua kaki depannya.

Kelompok ini juga biasa hidup di antara lebatnya hutan dan semak belukar. Bentuk ekor dari kanguru pohon agak panjang dan bulat serta berbulu lebat dari pangkal hingga ujung ekornya, sedangkan bentuk moncongnya lebih runcing dari bentuk moncong kanguru darat. Pada kanguru darat kedua kaki depannya jauh lebih kecil dari kaki belakangnya, ekornya meruncing pada bagian ujung dan tidak berbulu. Moncongnya tidak terlalu runcing dan tidak berbulu seperti kanguru pohon. Cakarnya pun lebih kecil. Mungkin ini disesuaikan dengan kebutuhannya yang tidak perlu berpegangan pada dahan pohon seperti lau-lau.

Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam rahim. Setelah kawin, kanguru akan hamil sekitar 31 sampai 36 hari dan tidak lama setelah pembuahan, dilahirkan bayi kanguru yang buta yang panjangnya cuma 1 cm. Biasanya hanya seekor yang lahir. Pada tahap ini bayi kanguru disebut neonatus.

Neonatus tersebut belum berkembang sempurna: kaki depan belum berbentuk dan kaki belakang baru merupakan tonjolan kecil. Setelah keluar dari rahim, neonatus bergerak memanjat menggunakan kaki depan menuju ke kantong induknya. Kantong induk bagi neonatus ini sama dengan rahim bagi mamalia lain. Neonatus yang telah mencapai kantong lalu menempelkan dirinya pada salah satu dari 4 puting susu dan mulai menyusu..

Pada tahap ini, induk kembali mengalami ovulasi dan sel telur terbentuk di dalam rahim. Betina sekali lagi berkopulasi dengan jantan sehingga sel telur dibuahi. Namun, sel telur yang dibuahi tsb tidak segera berkembang. Bila wilayah sedang musim kemarau panjang, telur yang dibuahi tersebut tidak mengalami perkembangan sampai musim kemarau selesai. Bila musim hujan datang dan padang rumput tumbuh, perkembangan sel telur dimulai kembali..

33 hari setelah pembuahan, neonatus baru yang sebesar biji kacang merah, merayap dari mulut rahim dan mencapai kantong induknya seperti yang dilakukan kakaknya.

Tidak lama sesudah kelahiran anak kedua, kanguru betina kembali berkopulasi, sehingga jumlah anak yang menggantungkan hidup pada induk adalah tiga ekor. Anak pertama sudah dapat makan rumput, namun kadang-kadang kembali ke kantong untuk menyusu, anak kedua masih berkembang dengan menyusu, anak ketiga, yang terkecil, masih dalam bentuk neonatus.

Ingin menghibahkan hewan piaraan Anda ?

Login

Register

Reset Your Password

×