Semarang Zoo

One Zoo • Hundreds Animals • Millions Memories
Semarang Zoo

Harimau Benggala

Harimau Benggala (Panthera tigris tigris, sebelumnya Panthera tigris bengalensis) adalah subspesies harimau di India, Bangladesh, Nepal, dan Bhutan. Menurut WWF, terdapat sekitar 2.100 Harimau Benggala di alam bebas, dengan 1.411 di antaranya berada di India, 200 di Bangladesh, 150 di Nepal, dan 100 di Bhutan.

Harimau Indochina

Indochina Tiger atau Corbett’s Tiger (Panthera tigris corbetti) adalah subspesies harimau yang ditemukan di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam dan sebelumnya di Cina. Dulunya Harimau di Semenanjung Malaysia diklasifikasikan sebagai Harimau Indocina, baru-baru ini direklasifikasi sebagai subspesies yang terpisah, yaitu Harimau Malayan (Panthera tigris jacksoni). Nama “Corbett” berasal dari nama ilmiah dari subspesies, Panthera tigris corbetti, yang dinamai untuk menghormati Jim Corbett. Harimau Indochina tidak ada terlihat di Cina sejak tahun 2007, dan diperkirakan spesimen terakhir dibunuh dan dimakan oleh seorang pria, sekarang dihukum 12 tahun dan dipenjara karena kejahatan itu. Tetapi di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Harimau Indochina ini masih bertahan hidup.

Harimau Indocina jantan panjang tubuh rata-rata 2,55-2,85 meter, berat 150-195 kilogram. Individu jantan Harimau Indocina yang besar pernah mencapai berat lebih dari 250 kg. Sedangkan betina rata-rata sepanjang 2,30-2,55 m, berat 100-130 kg.

  • Habitat
  • Makanan
  • Reproduksi

Habitat Harimau Indochina berada di hutan terpencil di daerah pegunungan berbukit, yang sebagian besar berada di sepanjang perbatasan antar negara. Area ini dibatasi dan ahli biologi diberikan izin terbatas untuk survei lapangan. Akibatnya relatif sedikit yang diketahui informasi tentang status Harimau Indochina ini di alam liar. Betina Harimau Indocina melahirkan dua atau tiga anaknya pada suatu waktu.

Tipe lokasi yang biasanya menjadi pilihan habitat Harimau Sumatera di Indonesia bervariasi, dengan ketinggian antara 0 – 3000 meter dari permukaan laut, seperti :

Hutan hujan tropis, hutan primer dan sekunder pada dataran rendah sampai dataran tinggi pegunungan, hutan savana, hutan terbuka, hutan pantai, dan hutan bekas tebangan

Pantai berlumpur, mangrove, pantai berawa payau, dan pantai air tawar

Padang rumput terutama padang alang-alang

Daerah datar sepanjang aliran sungai, khususnya pada sungai yang mengalir melalui tanah yang ditutupi oleh hutan hujan tropis Juga sering terlihat di daerah perkebunan dan tanah pertanian. Selain itu juga banyak harimau ditemui di areal hutan gambut.

Harimau Indocina memangsa binatang liar mulai ukuran menengah sampai berukuran besar seperti rusa, babi liar dan banteng. Namun, akibat perburuan liar sebagian besar satwa liar telah langka dan punah seperti kouprey dan rusa Schomburgk. Akibatnya harimau terpaksa mencari mangsa yang lebih kecil, seperti rusa kijang, landak, kera, babi dan musang. Mangsa kecil dengan sendirinya hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dari karnivora besar seperti harimau. Perkiraan jumlah Harimau Indocina saat ini bervariasi antara 420 sampai 1.000 ekor.

Harimau sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri.

Ingin menghibahkan hewan piaraan Anda ?

Login

Register

Reset Your Password

×