burung

Bonbin Mangkang atau Semarang Zoo akan Direhab dan Dipercantik

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Destinasi wisata Taman Marga Satwa Mangkang yang sekarang menjadi Semarang Zoo akan dipercantik dengan tambahan wahana baru. Hal itu agar Semarang Zoo semakin disukai para pengunjung.

Direktur Semarang Zoo, Samsul Bahri Siregar mengatakan, penambahan wahana tersebut merupakan bagian dari perbaikan di Semarang Zoo secara keseluruhan. Dengan demikian diharapkan pendapatan dari tiket masuk juga akan semakin tinggi.

“Pada Lebaran kemarin jumlah pengunjung Semarang Zoo mencapai 89.000 orang. Itu hanya 10 hari Lebaran. Dari jumlah itu, total pendapatan sampai Rp 1,7 miliar. Dari pencapaian itu, destinasi ini sangat berpotensi untuk menambah pendapatan Pemkot Semarang,” kata Samsul, Senin (25/6/2018).

Samsul masih merahasiakan jenis wahana apa saja yang akan ditambahkan di Semarang Zoo nantinya. Hanya saja, seiring rebranding yang dilalukan Pemkot Semarang, maka mau tidak mau wajah kebun binatang yang menjadi andalan Kota Semarang tersebut harus ada pembenahan.

“Di antaranya kami juga meminta agar taman lalu lintas bisa kami kelola. Namun masih terkendala belum dilakukannya serah terima kepimilikan,” ujarnya.

Terkait koleksi satwa, Samsul memaparkan, saat ini pihaknya belum bisa menambah atau bertukar satwa dengan kebun binatang lainnya. Pasalnya Semarang Zoo saat ini belum memiliki ijin lembaga konservasi (LK).

Namun ditargetkan, tahun ini LK bisa turun lewat DPRD Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang. Sehingga klasifikasi fauna yang ada saat ini bisa bertambah dengan cara menukar binatang.

“Saat ini sendiri ada beberapa jenis binatang misalnya buaya dan harimau, di mana populasinya terlalu banyak. Jika kebanyakan bisa ditukar, nah ini membutuhkan LK. Tahun ini rencananya bisa turun,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, akan merehab lokasi wisata satwa tersebut agar lebih menarik. Menurutnya, hal itu akan mulai dilakukan pada 2018 ini.

Ita, sapaan Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan, Semarang Zoo merupakan tempat wisata yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. Dengan catatan, pengelolaan dan pembenahan semua lini di Semarang Zoo harus lebih baik agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan.

“Rencananya, Semarang Zoo akan mengusung konsep wisata seperti Bali Zoo, sehinga nantinya bisa menjadi wisata andalan di Semarang maupun Jawa Tengah. Jadi tidak hanya memamerkan fauna, namun juga dilengkapi dengan wahana bermain lainnya,” katanya. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/
Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo

tinjomoyo-semarang-1

Ubah Hutan Kota Jadi Pasar Digital yang Gaul

VIVA – Kota Semarang, Jawa Tengah terus menggenjot potensi keindahan daerahnya untuk sektor pariwisata. Salah satunya dengan menyulap hutan kota menjadi pasar digital atau instagramable yang cukup gaul.

Wisata hutan kota itu bernama ‘Pasar Semarangan Tinjomoyo’. Destinasi baru itu berada di wilayah Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik. Wisata digital hutan kota itu diinisiasi oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendrar menyebut, aset pemkot yang dulu terbengkalai itu masih terus digarap menjadi sebuah area pasar digital. Realisasinya kini terus digenjot dengan membangun infrastruktur pendukung.

“Jadi konsepnya Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah pasar digital terbuka. Yakni sebuah pasar tradisional yang instagramable di alam terbuka, dengan sistem pembayaran non tunai,” kata Hendi saat meninjau pembangunan Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa, 6 Maret 2018.

Konsep pasar digital hutan kota ini, menurut Hendrar, akan menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai smart and sustainable city. Nantinya, beberapa agenda wisata juga telah terencana untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo.

“Untuk peluncurannya kami agendakan pada tanggal 17 Maret, dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April nanti juga akan diselenggarakan di sini,” tutur Hendi.

Untuk tiga bulan pertama, pasar Semarangan akan dibuka setiap Sabtu dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Di luar waktu itu, masyarakat juga dapat menggunakan area pasar Semarangan ini untuk santai-santai atau jogging.

Tinjomoyo sebelum tahun 2006 lebih dikenal masyarakat Kota Semarang sebagai kebun binatang. Namun, diakibatkan adanya banjir besar kali Garang, akses jembatan menuju Tinjomoyo terputus, hingga akhirnya kebun binatang itu dipindah di wilayah Mangkang.

Usai pemindahan kebun binatang itu, lahan seluas 57,5 hektare tersebut sempat terbengkalai. Hal tersebut terlihat dari kondisi infrastruktur di dalamnya yang tidak terawat dan tidak tersentuh oleh pemerintah.

Melalui revitalisasi aset pemkot menjadi wisata tersebut, Hendrar optimistis akan dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar enam persen, dari yang semula di angka 5,69 persen pada 2016.

“Pertumbuhan ekonomi tentu saja komponennya banyak, tapi target saya, sektor pariwisata yang sebelumnya tidak tergarap, dapat lebih berkontribusi saat ini,” katanya.

Sumber: https://www.viva.co.id/

kota-lama

Kota Lama Semarang Diharapkan Jadi Warisan Budaya Dunia

VIVA – Peluang kawasan Kota Lama Semarang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2020 makin besar. Hal itu didasarkan atas pengembangan serius kawasan peninggalan Belanda itu oleh Pemerintah Kota Semarang.

Menurut Kepala Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arif Rahman, peluang Kota Lama jadi warisan budaya dunia makin dekat, setelah dua kawasan bersejarah lain di Indonesia kini dipastikan dicoret dari daftar sementara warisan dunia oleh lembaga tersebut. Keduanya adalah Kota Tua Jakarta dan Sawahlunto.

“Kalau melihat peluang Kota Lama Semarang jadi world heritage itu besar, apalagi kalau di tahun 2020,” kata Arif di sela-sela Workshop Strategi Pengurangan Resiko Bencana Kota Lama Semarang, Senin, 26 Februari 2018.

Dalam workshop itu, sejumlah peneliti hadir untuk membahas keberlangsungan kawasan Kota Lama, serta pembangunan ke depan. Termasuk memaparkan hasil penelitian apa yang mau dibangun, data-data, serta strategi pembangunan dan sumber daya manusianya.

Menurut Arif, peluang Kota Lama jadi warisan dunia juga melihat kentalnya dokumentasi sejarahnya. Termasuk perkembangannya ke arah ekonomi dan kebudayaan.

“Semarang saya lihat terus berkembang. Sudah benar ini strateginya, jadi kebudayaan dan ekonomi itu disandingkan,” katanya.

Meski begitu, ia menyarankan agar pembangunan Kota Lama harus didasarkan pada kajian penelitian dan pengembangan sumber daya manusia yang valid. Maka penting untuk melibatkan semua elemen, seperti para peneliti, akademisi, pemerintah, bahkan ilmuwan sejarah.

“Saya ambil contoh, ada satu kota di dunia ini yang karena dibangun tanpa penelitian akhirnya keliru, kemacetan terjadi, lalu peledakan jumlah manusia tak bisa dikendalikan. Kalau Semarang sudah benar mulainya,” ujarnya.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan, pihaknya saat ini masih menyusun dosier kawasan kota lama, termasuk lembaran dokumen dosier yang didapat dari Museum Arsip Nasional Belanda dan Prancis.

“September 2018 draft dosier selesai, November final. Sehingga diupayakan 2019 bisa masuk dalam tentative list UNESCO. Pengumumannya pada 2020,” katanya.

Ia menyebutkan, total ada sekitar 116 bangunan bersejarah di Kota Lama. Beberapa kini sudah direvitalisasi, seperti Gedung Telkom dimanfaatkan sebagai UMKM Centre, Gedung Oudetrap, Moonod Huis serta bangunan lain.

Untuk keberlangsungan kawasan agar terus terjaga, Pemkot dibantu Kementerian PUPR telah melakukan penataan untuk antisipasi kebencanaan, seperti banjir rob. Total Rp156 miliar digelontorkan untuk menata sistem drainase dan penataan kabel bawah tanah, interior jalan dan pedestrian. (one)

Sumber https://www.viva.co.id/

program-outstanding-semarang

Kota Lama Semarang, Wisata Lokal Rasa Eropa

Liputan6.com, Semarang – Pembenahan terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang. Sejumlah program dirancang untuk menjadikan Semarang memiliki posisi tawar sebagai kota tujuan wisata. Salah satunya, sebuah program yang diberi nama “Outstanding Semarang”. Kota lama Semarang jadi andalan.

Meskipun masih baru, program ini mendapatkan apresiasi negara-negara Eropa. Hal itu ditunjukkan ketika 14 delegasi Uni Eropa berkunjung ke Semarang, Rabu (24/1/2018). Mereka pun sepakat untuk berdiskusi lebih jauh dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Rombongan perwakilan Uni Eropa ini dipimpin Vincent Guerent. Setelah melihat program dan kesiapan Kota Semarang, Vincent menyebutkan bahwa selama ini Uni Eropa sudah mendukung pengembangan dan pembangunan Kota Semarang.

“Selain kegiatan sosial, perusahaan-perusahaan Eropa juga banyak yang ada di Kota Semarang. Ada sekitar 1 juta lapangan kerja di Indonesia, termasuk di Kota Semarang,” kata Vincent Guerent.

Menurut Hendi, program terbaru adalah “Outstanding Semarang”. Program ini merupakan pemasaran pariwisata Semarang di luar negeri agar pariwisata di Kota Semarang tumbuh.

Sebagai unggulan adalah pengelolaan Kota Lama Semarang dan bangunan-bangunan bersejarah. Itu ditegaskan dalam logo Outstanding Semarang yang menempatkan siluet Gereja Blenduk sebagai ikon.

“Target kami, melalui pariwisata, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang juga naik dan mampu menyejahterakan masyarakat,” kata Hendi.
Kota lama Semarang sudah berpuluh tahun dan wali kota silih berganti, tetapi tak pernah dikelola dengan baik. Hal itu karena terkendala kepemilikan gedung yang mayoritas adalah milik perusahaan di luar negeri. Sejak wali kota Hendrar Prihadi, status bangunan diperjelas kepemilikan dan pengelolaannya.

bus-wisata-semarang

Bus Tingkat Keliling Semarang, Bisa Naik Gratis!

SEMARANG, KOMPAS.com – Kini ada cara baru berwisata di Kota Semarang, yaitu dengan naik bus tingkat atau double decker. Bus tersebut akan membawa wisatawan keliling beragam destinasi wisata di Kota Semarang. Sebelum mendatangi obyek-obyek wisata Semarang, tidak ada salahnya untuk melihat kondisi kota secara keseluruhan. Bus yang diluncurkan pamerintah kota pada Senin (2/9/2017) ini baru memiliki satu rute wisata.

Untuk memulai tur naik bus, Anda tinggal menyambangi Museum Mandala Bhakti yang berseberangan dengan Tugu Muda. Di sini Anda bisa menukar KTP dengan kartu masuk wisata bus tingkat. Jangan khawatir, KTP Anda akan dikembalikan pada saat pulang nanti. Museum yang menyimpan sejarah zaman kolonial menjadi destinasi pertama. Kemudian, bus beranjak menuju Kota Lama. Jalan yang dilewati tentunya Jalan Imam Bonjol ke Stasiun Poncol. Lalu ke stasiun kereta api yang cukup bersejarah yakni Stasiun Tawang.

Staf Humas Pemerintah Kota Semarang, Agus JT mengatakan rute tersebut masih merupakan rute permulaan sehingga diambil beberapa destinasi yang favorit. Hal itu juga bergantung pda kondisi jalan yang aman dari kabel dan pepohonan rindang.

“Ke depan jika banyak permintaan, rencana pemerintah akan mengakomodir itu. Bisa ada hari-hari khusus untuk rute tertentu, yang penting dilihat luas jalannya, kabel listrik, sama pepohonan,” kata Agus JT saat ditemui KompasTravel, Jumat (6/9/2017).

Untuk rute luar kota, menurutnya bus double decker ini sudah melewati tahap MoU denga pemerintah Kendal. Sehingga kemungkinan besar, di masa mendatang bus tersebut akan membawa wisatawan Semarang ke destinasi di kota-kota sekitar termasuk Kendal.

Source: https://travel.kompas.com/ Muhammad Irzal Adiakurnia